Dunia Yang Terasa Singkat


Ketika suara azan subuh Abu mendahayu memecah sepi, Abu sudah mulai melakukan aktifitas seperti biasanya. Bahkan sebelum suara azan yang sangan merdu dipagi yang sunyi-senyap dimana orang-orang masih asyik dengan selimut dan bantal masing-masing, Abu sudah mulai menegadahkan tangannya dan air mata bercucuran membasahi pipinya, memohon ampunan Sang Pencipta Yang Maha Agung.

Abu selalu menikmati sunyi pagi yang damai, dia merasakan ketenangan bumi Allah yang selalu ramai dengan hiruk pikuk kesibukan para manusia-manusia pengerjar dunia. Abu selalu menikmati detik-detik pagi yang begitu damai, seolah-olah angin pun berkata “wahai hamba Allah, janganlah enagkau bersedih hati, inilah bumi Allah yang di berikan untuk orang-orang sepertimu, yang senantiasa taat terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah”.

Ketika azan subuh mulai Abu pun mulai melangkahkan kakinya ke rumah Allah, iya mulai terkenang masa lalu yang begitu suram, ketika ia begitu jauh dari Allah, sering melakukan maksiat. Matanya pun bercucuran air mata. Melihat jalan yang ia lewati merupakan tempat nongkrong bersama dengan teman-temannya dulu, apabila ada orang lewat maka mereka langsung mencegat dan meminta sejumlah uang dan ketika tidak diberikan maka ia dan teman-temannya pun tanpa babibu atau hahihu, langsung mengahajar orang tersebut……    (bersambung)

Tentang Ahmad Yasin

Menyukai apa yang menarik
Pos ini dipublikasikan di Bebas coret-coret. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s